Lawan Ketakutan, Taklukan Tebing di Tengah Udara Dingin
Seberapakali pun melakukan latihan,
olahraga ekstrim panjat tebing selalu memberi euphoria dan ketegangan baru bagi
saya. Kali ini, saya dan teman pemanjat saya, Kora melakukan pemanjatan di sebuah
tebing andesit kokoh yang letaknya berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pengalaman ini merupakan
pengalaman pertama saya melakukan pemanjatan di tengah suhu udara yang dingin
yaitu sekitar 20-16 derajat Celsius.
Tebing Batu Tumpang merupakan merupakan
kawasan perkebunan teh yang merupakan jalan menuju kawasan Pantai Selatan Garut
jika diakses melalui rute Cikajang – Cisompet. Tebing andesit dengan ketinggian
65 meter ini tepatnya terletak di Jalan Raya Cikajang – Pamengpeuk, Desa
Tanjung Jaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut. Terletak sekitar 32 kilometer dari
pusat Kota Garut.
Untuk menuju ke lokasi tebing,
saya dan tim pemanjatan berangkat dari Jakarta menggunakan bus lintas provinsi
jurusan Garut dari Terminal Kampung Rambutan. Perjalanan malam kali itu memakan
waktu tempuh 4 jam perjalanan dengan harga tiket Rp80.000. Dari Simpang Lima Garut
kami melanjutkan perjalanan keesokan harinya menggunakan elf jurusan Garut –
Pamengpeuk dengan waktu tempuh dua jam perjalanan.
Tiba disana, pemandangan megahnya
batuan tebing menyambut kami dari kejauhan, suhu udara yang dingin serta
hijaunya perkebunan teh di kanan dan kiri jalan menambah keindahan Kawasan Batu
Tumpang. Sebuah kesempatan berharga bisa melakukan pemanjatan di lokasi ini.
Seorang warga di sekitar tebing
berbaik hati meminjamkan lahannya untuk kami gunakan bermalam. Tenda segera
didirikan dan kami beristirahat mengisi energi untuk melakukan pemanjatan
keesokan harinya.
Keesokan harinya, setelah
melakukan pemanasan, ketua tim memimpin doa agar pemanjatan kali ini bisa lancar
dilaksanakan. Setelah melakukan partner check, Kora selaku leader mulai
menapaki batuan Tebing Batu Tumpang. Ia sempat menemui kesulitan di antaranya
dikarenakan struktur batuan tebing yang sulit ditembus piton. Beberapa kali
percobaan hasilnya nihil, setelah melakukan diskusi dengan senior akhirnya tim
diperbolehkan menggunakan pengaman yang sudah tertanam di tebing dengan catatan
sudah mengusahakan memasang pengaman yang dibawa dari bawah. Kora berhasil
merampungkan pemanjatan sampai di pitch satu dalam waktu 3 jam. Setelah set
jumaring dan hanging belay terpasang, saya segera menyusul ke atas sambil
melakukan pembersihan pengaman. Saya tiba di atas pukul 13.00 WIB.
Pada pemanjatan menuju pitch 2
kami bertukar peran, kali ini saya yang menjadi leader dan Kora yang
menjadi belayer. Setelah memastikan semua pengaman terpasang dengan
baik, Saya mulai bergerak naik. Meski sempat mengalami kesulitan saat jalurnya
terhadang oleh tanaman kering yang tajam, tapi akhirnya saya melipir ke sisi
kanan untuk mencari pijakan lain yang bisa membawa saya ke atas. Saya juga
sempat beberapa kali mencoba memasang piton yang berakhir dengan batuannya yang
copot atau pitonnya yang tidak mau menancap.
Setelah memanjat diiringi perasaan
takut akan ketinggian yang harus dilawan, saya tiba di pitch dua. Pemandangan
dari pitch 2 sungguh luas dan indah. Hamparan kota Garut terlihat jelas
dari atas sini.
Tidak mau berlama-lama kami
bersegera melanjutkan pemanjatan menuju pitch 3 atau puncak tebing. Matahari
mulai turun, kabut menyelimuti batuan tebing, jarak pandang yang semakin pendek
membuat saya tidak bisa melihat Kora. Komunikasi dilakukan melalui HT.
Setelah 11 jam pemanjatan, saya dan Kora tiba di top tebing, suatu kebahagiaan karena akhirnya kami berhasil menaklukan Tebing Batu Tumpang.
Banyak pelajaran yang bisa diambil
dari melakukan pemanjatan, di antaranya bahwa untuk mencapai segala sesuatu harus dilalui dengan rasa
sakit, proses, serta niat dan tekad yang penuh.
Untuk tiba di puncak Tebing Batu Tumpang,
kami harus melakukan latihan fisik rutin yang tentu menguras tenaga, waktu, dan
pikiran kami, melakukan pengorbanan berupa keluarnya dana yang tidak sedikit,
serta persiapan manajemen perjalanan yang matang sehingga kami bisa selamat
sampai ke titik yang kami tuju.
keren banget zahraa
BalasHapusKeren asli
BalasHapusManteppp😍
BalasHapusTerima kasih informasinya.
BalasHapusWah gila kayaknya seru nih
BalasHapuskerennnn, makasih infonya kak jarun🙏🏻
BalasHapus