Sustainable Fashion Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Tren

 Kerusakan yang terjadi di planet ini terus mengalami peningkatan setiap harinya. Di antara problem yang terus bermunculan, solusi yang berada pada garis stagnan tidak bisa menuntaskan permasalahan yang ada. Untuk itu lompatan energi kreatif sangat dibutuhkan untuk menggerakan berbagai aspek dan menyelesaikan permasalahan yang ada.

Sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan hadir sebagai salah satu dari ide kreatif itu, belakangan ini Sustainable fashion sendiri sudah menjadi perhatian sebagian besar masyarakat khusunya para pelaku bisnis fesyen. Tidak hanya peduli terhadap apa yang dikenakan, konsep ini menuntut pelaku untuk memikirkan impact yang bisa dibangun dari fesyen.

Handoko Hendroyono CEO Mbloc Space yang juga merupakan founder filosofi kopi menjelaskan mengenai konsep sustainable fashion ini pada kesempatannya menghadiri Webinar Pelestarian Budaya Lokal Melalui Bisnis Fesyen yang diadakan untuk Memperingati Hari Tenun Nasional.

Sustainable fashion lekat dengan semua unsur secara mendetail mulai dari konsumen yang peduli terhadap asal-usul pakaian yang dikenakannya, darimana serat kainnya didapatkan, bagaimana proses para pekerja memproduksi pakaian, bagaimana keadaan pabrik tempat produksi serta impact terhadap lingkungan dari baju yang ia kenakan.

Handoko Hendroyono atau yang biasa dipanggil Mas Koko menjelaskan bahwa konsep ini memunculkan beragam solusi diantaranya mendorong lokalitas, tidak mengotori bumi, serta pemahaman tentang source merupakan detail yang penting. Sustainable fashion juga menimbulkan beragam jenis kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, positive impact, gerakan kebermanfaatan, serta kesadaran konsumen.

Menurut Handoko, hanya masalah waktu hingga muncul partisipasi yang besar dari publik serta dukungan para pemangku kekuasaan sehingga pada masanya Indonesia akan berjaya di dunia kreatif.

Human initiative sebagai lembaga kemanusiaan menaruh perhatian besar terhadap isu ini. Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan dan kekayaan alam menyumbang banyak potensi ekonomi kreatif lewat warisan budaya termasuk di antaranya pada industri fesyen. Wastra nusantara dengan segala keragaman motif, simbol, corak, semangat serta cerita yang ada di dalamnya harus terus dilestarikan. Dukungan penuh tersebut diwujudkan dalam pencerdasan, pendampingan dan pemberian fasilitas kepada para pengrajin kain tenun di daerah Lombok.

Hal ini kedepannya bisa menjadi pendorong majunya industri fesyen Indonesia khusunya membawa wastra nusantara ke mata dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Tebing Batu Tumpang, Sensasi Memanjat di Udara Dingin

Lawan Ketakutan, Taklukan Tebing di Tengah Udara Dingin

Mbah Rono, Sosok Sederhana Penjaga Gunung Api