Human Initiative Gelar Pelatihan Gabungan Untuk Dongkrak Mutu Relawan Kemanusiaan

Sukabumi – Memegang peran penting dalam penanganan bencana baik dalam masa pra bencana ataupun tanggap darurat, relawan diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan kualifikasinya dalam penanganan segala lini kebencanaan. Untuk itu Human Initiative merasa perlu mengadakan pelatihan gabungan antar Lembaga kemanusiaan untuk mendongkrak mutu para relawan. 

Pelatihan ini merupakan wadah peningkatan kapasitas relawan serta wahana komunikasi untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kesatuan yang solid antar sesama relawan penanggulangan bencana. Mereka akan mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan tentang kebencanaan, transportation and evacuation, jungle survival, vertical rescue, manajemen perjalanan, serta teknik bernavigasi darat. 

Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan, kreatifitas dan profesionalisme dalam upaya memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga tercipta relawan penanggulangan bencana yang professional, siap, siaga dan waspada.

Kegiatan Pelatihan 

Pada hari pertama, Subur Rojinawi, Ketua Squad Penanggulangan Bencana Indonesia membekali para relawan dengan materi mengenai manajemen bencana. Pada sesi ini para peserta dibekali pemahaman mengenai apa itu bencana, apa saja potensi bencana di Indonesia serta konsep dari bencana itu sendiri. 

Dilanjut dengan materi transportation and evacuation, pengenalan alat evakuasi,  serta praktik langsung teknik pemindahan darurat, dan teknik pemindahan tidak darurat.

Setelah makan malam, peserta kembali berkumpul di tenda pleton untuk pembekalan mengenai materi survival yang dibawakan Dedi Muhardi, Koordinator Pusdiklat FMI dan anggota APGI. Instruktur yang sudah berkecimpung di dunia SAR sejak 1999 ini mengatakan bahwa Ilmu mengenai cara bertahan hidup, hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari saat melakukan survival, prioritas kebutuhan saat melakukan survival, teknik pencarian makan, serta pembuatan shelter dan api merupakan keilmuan mendasar yang penting dimiliki para rescuer. 

Tak berhenti sampai disitu, mereka langsung dilatih untuk mengaplikasikan materi yang baru saja diberikan yaitu pembuatan solo bivak disusul evaluasi instruktur untuk beberapa jenis bivak yang tidak cocok digunakan untuk istirahat. 

Sabtu (13/11/21), Pelatihan hari itu dimulai dengan para peserta mempraktikan salah satu teknik descender menuruni dataran curam dengan melakukan rappelling secara bergantian. Selanjutnya Dedi Muhardi, membekali dan memandu peserta untuk mempelajari salah satu teknik evakuasi korban dalam keilmuan vertical rescue yaitu system lowering. 

Vertical Rescue sendiri adalah teknik evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman) objek (baik barang maupun manusia/ korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau sebaliknya, pada medan yang curam/ vertikal baik kering maupun basah tidak diketahui secara pasti. Vertical Rescue sering digunakan dalam Rock Climbing, Caving, pemadam kebakaran, pekerja tambang, pekerja ketinggian dan kalangan militer.

Sedangkan lowering adalah teknik memindahkan korban dengan cara menurunkan objek/ korban ke titik/ tempat yang lebih rendah di bawahnya. Dalam teknik Lowering, objek/ korban dapat diturunkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu).

Pada simulasi kegiatan, Partisipan bergantian menjadi korban dan rescuer untuk menguji pemahaman dan keterampilan mereka. 

Malam harinya, Bersama Udi Juandi, para peserta kembali mendapatkan asupan materi mengenai navigasi darat. Pengenalan peta, kemampuan membaca peta, pengenalan kompas, dan kemampuan menentukan titik koordinat di peta merupakan pengetahuan primer yang wajib dikuasai oleh rescuer. 

Praktik langsung man to man compass dilaksanakan keesokan harinya Minggu (14/11/21) disusul dengan game kebencanaan mencari titik koordinat dalam peta dan menyelamatkan survivor. 

“Jangan pernah bosan membuat kegiatan acara seperti ini lagi dan jika perlu lanjutkan kegiatan ini ke bacth selanjutnya dengan peserta yang sama ataupun yang baru sehingga kami yang sudah mendapatkan ilmu dari kegiatan ini bisa menambah dan memperdalam ilmu lagi.” Ucap Endah salah satu dari 23 peserta yang mengikuti pelatihan ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Tebing Batu Tumpang, Sensasi Memanjat di Udara Dingin

Lawan Ketakutan, Taklukan Tebing di Tengah Udara Dingin

Mbah Rono, Sosok Sederhana Penjaga Gunung Api