Didiet Maulana, Mengangkat Cerita di Balik Indahnya Wastra Nusantara
Kain tenun merupakan satu dari sekian banyak keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan beragam corak dan warna serta kisah di baliknya, Didiet Maulana, Designer IKAT Indonesia yang sekaligus merupakan edukator wirausaha berusaha untuk mengangkat citra kain ini menjadi sesuatu yang bermakna dan menjadi keunggulan bagi item fashion Indonesia.
Semakin banyak hal yang kita
miliki terkadang membuat kita tidak sadar bahwa hal tersebut ternyata amat berharga.
Hal itulah yang sekiranya terjadi pada tahun 2010 saat salah satu negara hendak
mengakui kain tenun sebagai bagian dari budaya mereka. Respon anak muda Indonesia
yang menggebu dan menolak hal tersebut membuat Didiet bertekad untuk membuat
generasi ini mengetahui kekayaan apa yang mereka miliki, sehingga ada perasaan
bangga atas kekayaan budaya mereka saat bersandingan dengan teman-temannya yang
lain.
Didiet yang memang berpengalaman
di bidang fashion bertekad untuk membangun kekayaan Indonesia lewat
dunia ini. Langkah pertama Didiet dimulai pada tahun 2010. Setelah 7 tahun
bekerja di industri fashion di bidang retail, Didiet memulai langkah
barunya dengan memulai usahanya sendiri. Visi yang ia bawa saat itu adalah maju
bersama, ia ingin saat ia merasa senang ia tidak merasakannya sendirian.
Pada tahun 2018, Didiet mendapat
kepercayaan untuk mengerjakan projek kain sepanjang 45.000 meter tenun.
Pembuatan kain tersebut menyerap tenaga 3.000 pemuda penenun dari Jepara. Lewat
fenomena ini, munculah optimisme besar bahwa memang ada masa depan yang sedang ia
perjuangkan dari industri ini.
IKAT Indonesia awalnya hanyalah
sebuah label yang sekarang berubah menjadi kendaraan bagi Didiet untuk berbagi
dengan orang lain. Bukan hanya berfokus mengenai bagaimana sistem penjualan dan
keuntungan perusahaan, IKAT Indonesia juga mengatur pola bagaimana supaya
penenun bisa hidup lebih layak serta supaya usaha mereka membuahkan hasil yang
maksimal.
Indonesia dengan 260 juta
penduduk, 17.000 pulau, 400 etnik budaya serta 1.200 bahasa daerah menjadikan
kita sebagi negara yang pantas untuk merayakan kebersatuan dalam keragaman
warna. Selain kaya akan pola dan corak, sebagai bangsa yang hangat dan suka beramah
tamah, cerita merupakan salah satu nilai mahal yang dimiliki bangsa ini.
Melalui IKAT Indonesia, Didiet
melaksanakan kunjungan ke berbagai macam daerah yang terkenal dengan pengarjin
tenunnya. Di sana ia berbagi ilmu dan berdiskusi kepada para penenun supaya
mereka berani untuk menceritakan kisah di balik kain tenun yang mereka buat.
Contohnya di daerah Baubau,
Sulawesi Tenggara, Didiet melihat sebuah
corak kotak-kotak berwarna kuning putih pada salah satu kain tenun. Saat
ditanyakan apa kisah dibalik itu ternyata corak kotak tersebut mengingatkan sang
penenun kepada telur dadar yang dimasak mendiang ibunya setiap mereka
memperoleh rejeki berkelimpahan.
Sejak saat itu IKAT Indonesia
memiliki inisiatif untuk mengajarkan cara ‘story telling’ kepada para penenun. Mereka
sendiri yang menulis cerita tersebut di kartu kecil sehingga pelanggan tidak
sekedar membeli sehelai kain tapi juga membeli kisah yang menjadi nyawa dari
kain tersebut.
Didiet juga bekerja sama dengan teman-temannya
yang merupakan public figure tanah air untuk mempromosikan dan membranding
tenun supaya menjadi busana yang dikenal anak muda dan mempengaruhi mereka
untuk ikut bangga dan terdorong mengenakannya. Tujuan utamanya adalah menyuarakan
bahwa tenun cocok dijadikan item fashion sehingga orang bisa
terinspirasi lalu akhirnya mensupport para pengrajin tenun.
Saat Dilanda pandemi, Didiet
berpikir untuk membuat sesuatu yang dicari pasar yaitu masker dan pouch kecil.
Ide itu akhirnya mendorong para pengarjin untuk terus memproduksi kain tenun
bahkan di masa pandemi.
Harapan Didiet Semoga selalu ada optimisme di segala keadaan. Apapun yang terjadi yakinlah bahwa kita bisa tetap bersatu, menginspirasi serta melihat peluang dari berbagai kejadian. Fase ini haruslah dijadikan sebagai saat yang tepat untuk memperkaya wawasan lewat beragam webinar serta media keilmuan lainnya.
Komentar
Posting Komentar