Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Lawan Ketakutan, Taklukan Tebing di Tengah Udara Dingin

Gambar
Seberapakali pun melakukan latihan, olahraga ekstrim panjat tebing selalu memberi euphoria dan ketegangan baru bagi saya. Kali ini, saya dan teman pemanjat saya, Kora melakukan pemanjatan di sebuah tebing andesit kokoh yang letaknya berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan pemanjatan di tengah suhu udara yang dingin yaitu sekitar 20-16 derajat Celsius. Tebing Batu Tumpang merupakan merupakan kawasan perkebunan teh yang merupakan jalan menuju kawasan Pantai Selatan Garut jika diakses melalui rute Cikajang – Cisompet. Tebing andesit dengan ketinggian 65 meter ini tepatnya terletak di Jalan Raya Cikajang – Pamengpeuk, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut. Terletak sekitar 32 kilometer dari pusat Kota Garut. Untuk menuju ke lokasi tebing, saya dan tim pemanjatan berangkat dari Jakarta menggunakan bus lintas provinsi jurusan Garut dari Terminal Kampung Rambutan. Perjalanan malam kali itu memakan waktu tempuh 4 jam p...

Mbah Rono, Sosok Sederhana Penjaga Gunung Api

Gambar
  JAKARTA – Pada ajang Humanity Award 2021 yang berlangsung pada Rabu, 15 Desember lalu, Dr. Surono mantan Kapus Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berkesmpatan menerima penghargaan dalam kategori Lifetime Achievement. Sosok sederhana yang Lahir di Cilacap, 8 Juli 1955 ini merupakan ayah dari 2 orang anak perempuan yang telah menyelesaikan studi S1-nya di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1982. Pada 1989 ia kemudian melanjutkan S2 nya di Bidang Geofisika di Universitas Grenoble, Prancis dan melanjutkan S3 Bidang Geofisika di universitas yang sama pada 1992. Beliau merupakan sosok yang lugu, sederhana, pintar dan terkenal berjiwa humanis. Motivasinya menjadi seorang vulkanologi hadir dari rasa iba saat ia melihat kondisi masyarakat yang terdampak erupsi. Kerugian dari sisi jiwa serta materi, kerusakan fasilitas, serta tak jarang hilangnya nyawa menggerakan hati Mbah Rono untuk mendorong dirinya supaya bisa lebih banyak membantu orang agar terbebas dari bencana. Kar...

Warga Bantu Warga, Cerminan Jiwa Gotong Royong Bangsa Indonesia.

Berbagai tantangan dan keterbatasan kondisi yang dihadapi dalam memerangi pandemi memancing peduli dan inovasi warga untuk bisa saling membantu satu sama lain. Hal ini bisa dilihat salah satunya dari lahirnya sebuah website kolaborasi dari warga untuk warga. Program hebat ini merupakan buah kolaborasi individu, komunitas, dan institusi yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam penanganan pandemi di Indonesia. Kolaborasi #WargaBantuWarga bersifat inklusif, independen, dan non-partisan. Website informatif ini menjadi wadah inisiatif warga untuk bertukar informasi dan membantu warga lain yang terdampak pandemi. Diluncurkan pada 6 Juli 2021, website ini berfokus pada dua hal, yakni: pemberian informasi terkait Covid-19 dan kontak/akses layanan/alat kesehatan berbasis per daerah (provinsi). Hotline untuk memudahkan warga yang membutuhkan informasi terkait layanan kesehatan. Untuk platform informasi dan database, saat ini sudah bisa dilihat di situs http://wargabantuwarga.com  ...

Nurlina, Pahlawan Nelayan Perempuan

Pejuang perempuan pulau, Nurlina namanya atau yang biasa dipanggil Lina merupakan perempuan muda kelahiran 18 Maret 1988 yang berprofesi sebagai nelayan di kampungnya, Pulau Sabangko, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukan Tuppakbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Nurlina hanya satu dari begitu banyak perempuan Indonesia yang berani hidup sebagai diri sendiri. Ia meyakini, tak ada yang salah dengan keputusannya mempertahankan hidup dan hak sebagai nelayan.. Lina sedari kecil sudah terbiasa pergi ke laut menjadi nelayan menumpang perahu pamannya. Namun hal itu tidak bisa terus menerus ia lakukan karena kadang ia merasa tidak nyaman. Perahu pamannya juga harus menghidupi keluarga pamannya sendiri. Jika tidak pergi melaut, Lina akan memperbaiki jala yang rusak dan mengikat rumput laut dengan upah penghasilan yang sangat minim, yaitu berkisar 6.000-15.000 perhari. Hal itu dilakukan karena hanya itu pekerjaan yang tersedia untuk perempuan pulau. Hal i...

Oxygen For Indonesia, Gerakan Gotong Royong dari Indonesia Untuk Indonesia

Penyelesaian pandemi covid tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, dibutuhkan peran dan kolaborasi berbagai pihak termasuk di antaranya warga negara. Di situasi seperti ini munculah Gerakan Oxygen For Indonesia, sebuah aksi sosial yang mengajak penggiat startup, korporasi dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menggalang dana secara bersama-sama demi menyelamatkan jutaan nyawa dari ancaman pandemi covid-19. Gerakan ini memberikan akses pada oxygen concentrator yang saat ini sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Oxygen for Indonesia saat ini dilaporkan sudah menghimpun donasi lebih dari Rp 24 miliar. Gerakan ini sendiri merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh penggiat startup, perusahaan modal ventura lokal, dan regional. Gerakan-gerakan yang sudah ada sebelumnya seperti wargabantuwarga.com, situs dan hotline covid berbasis relawan, dan Indonesia PASTI BISA, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi oleh East Ventures untuk memerangi pandemi COVID-19 di Indonesia,...